Selasa pagi menjadi airmata
Langit pucat, samudera tak mampu berkata-kata
aksara membisu, lidahku kelu mendengar kabar pilu
sejenak hatiku mengadu
“Oh Tuhan, mengapa kau lakukan itu"
Kini jejak-jejak ingatan tentangmu seringkali kembali
menghampiri hari dimana canda kita tercipta
ah, seandainya engkau masih ada
mungkin mataku takkan berkaca-kaca
Demi segala kenangan yang kini menjadi kelabu
Kumohon padamu Tuhan
berikan ia tempat terbaik
tempat kekalnya segala sukacita; surga
Meski rindu kita belum berpamitan
aku akan tetap mengenangmu, Sulisma
duduk dengan khusyu bersama-sama lalu
Merapatkan jemari memohon doa
Sulis

sumber :


